psikologi poligami

December 9th, 2006 by deryaocean
Psikologi Poligami Poligami sesungguhnya merupakan fitrah hidup, artinya dibenci dan dimusuhi seperti apapun praktek poligami selalu ada. Pada masayarakat Barat yang melarang poligami secara hokum, maka prakteknya banyak suami punya wanita selingkuhan. Jika ada kelompok wanita yang memiliki seterotip kepada laki-laki dengan mengatakan dasar laki-laki nggak boleh lihat jidat licin, maka perlu diketahui bahwa semua isteri muda adalah perempuan juga. Artinya pada sebagian perempuan, poligami merupakan jalan keluar, apaboleh buat menjadi isteri kedua daripada tidak.Dalam hidup tidak semua yang kita terima itu yang kita inginkan. Inginnya menjadi isteri satu-satunya, eh malah jadi isteri ketiga. 

Agama Islam menempatkan poligami sebagai pintu darurat, bukan pintu yang selalu terbuka, maknanya ada memang lelaki tertentu yang memiliki potensi lebih, yang tidak cukup dengan satu isteri, atau ada kasus, yang mengantar poligami menjadi solusi, misalnya isterinya mandul. Islam menyalurkan fitrah manusia dengan aturan dan etika. Etika bagi laki-laki yang apa boleh buat menjalani poligami, ia harus berlaku adil terhadap isteri-isterinya meski adil itu sangat berat. Ada orang yang berpoligami secara jujur dan terbuka, ada yang sembunyi-sembunyi, ada yang berpoligami sekedar menuruti syahwat seksual tanpa tanggungjawab. 

Berikut ini kasus rumah tangga yang menjurus pada poligami, tetapi akhirnya si lekaki mengurungkan niatnya karena sadar akan tanggungjawab. Waktu itu saya sebagai konselor keluarga, dan dia datang kepada saya sebagai klient. Kasus ini saya rekam dan saya muat di buku saya Konseling Agama Teori dan Kasus. Silahkan dibaca: Seorang pegawai perusahaan swasta bermaksud poligami. Ia seorang sarjana ekonomi yang baru akrab dengan agama setelah bergaul dengan rekan sekerja yang kebanyakan taat beragama dan agak "fundamentalis". Lingkungan pergaulannya adalah masyarakat professional, tetapi mereka mempunyai corak keberagamaan yang cukup kental, dengan menonjolkan simbol-simbol tertentu, seperti salat awal waktu, memelihara jenggot dan juga poligami. Di lingkungan grup pengajiannya, poligami dipandang sebagai sunah Nabi yang dianjurkan, sehingga dia dengan semangat mengikuti sunnah Nabi juga bermaksud nikah lagi. Isterinya berasal dari lingkungan masyarakat pesantren, yang juga taat beragama, tetapi simbol-simbol keberagamaannya berbeda dengan lingkungan pengajian suaminya. Isterinya lebih respek kepada kyai di pesantrennya dibanding guru ngaji suaminya yang Insinyur. 

Dalam hal rencana nikah lagi, terjadi peselisihan hebat antara suami isteri itu, dan menariknya masing-masing berdalil dengan agama. Suami menganggap rencana nikah lagi itu sebagai perwujudan dari mengikuti sunnah Rasul, sementara isteri memandangnya sebagai akal bulus, yakni menjadikan agama sebagai kedok untuk mencari kepuasan syahwat. Karena keduanya memang orang yang patuh kepada agama, maka pertentangan pendapat suami isteri itu disepakati untuk mencari pembenarannya. Suami memanggil guru ngajinya untuk menasehati isterinya agar patuh kepada suami, sementara isterinya mengajak suaminya silaturrahmi kepada gurunya di pesantren, sekaligus untuk meminta nasehatnya tentang rencana nikah lagi itu. Sang isteri pergi dengan semangat karena yakin pasti pak kyai, gurunya di pesantren itu pasti ada di pihaknya, dan sang suami juga semangat, karena yakin bahwa pak kyai itu lebih mengerti tentang keharusan mengikuti sunnah Rasul, apa lagi pak kyai juga berpoligami. 

Anatomi masalah Sebenarnya, sang isteri tidak bersedia dimadu, lebih didorong oleh perasaanya sebagai wanita. Ia tidak begitu antipati terhadap poligami, karena ia sendiri adalah puteri dari isteri muda seorang kyai, dan ia merasa OK-OK saja berhubungan dengan saudara-saudara tiri dan bahkan ibu tirinya. Akan tetapi dalam hal rencana nikah lagi suaminya, disamping secara naluriah ia tidak bisa menerima, ia juga tidak percaya terhadap otoritas guru ngaji suaminya yang selalu menekankan kewajiban seorang isteri harus patuh kepada suami. Di mata sang isteri guru suaminya itu bukan orang 'alim, sebagaimana juga suaminya, meskipun mereka itu sarjana dan professional, tetapi bukan dalam bidang agama. 

Sementara itu, sang suami yang baru kenal agama setelah berada di lingkungan kerja baru itu merasa bahwa poligami itu mengandung nilai keutamaan agama. Ia bermaksud nikah lagi dengan semangat ibadah, dan sudah barang tentu ada juga motif kepada pengalaman baru hubungan seksual, tetapi ia sama sekali tidak mau terima jika dituduh isterinya bahwa rencana nikah lagi itu hanya akal bulus saja untuk mencari kepuasan seksual. Ia bahkan tidak pacaran dengan calon isteri keduanya itu, karena calon isterinya itu adalah orang yang dikenalkan oleh guru ngajinya. Oleh karena itu ia tanpa ragu sedikitpun untuk memenuhi permintaan isterinya silaturrahmi kepada pak kyai di pesantren. 

Pasangan suami isteri itu kemudian mendatangi penulis, dan meminta penulis untuk mengantar mendampingi mereka ke desa di mana kyai itu memimpin pesantrennya. Solusi yang ditawarkan. Ketika tiba menghadap pak kyai, setelah basa-basi seperlunya, mereka mengemukakan masalahnya. Suami mengetengahkan maksudnya dan mohon nasehatnya, dan isteri mengemukakan keberatan dan mohon bantuan agar menasehati suaminya. 

Pak kyai yang 'alim ini nampaknya sangat bijak dalam menasehati mereka berdua. Pak kyai bilang, poligami itukan ajaran Islam, ada dalam al Qur'an lagi. Ayahmu kan juga isterinya dua, kata pak kyai kepada tamu wanitanya, nah, seorang muslim jika memang mampu, agama sudah barang tentu membolehkan, asal jujur. Maka nasehatku kepada anda, coba kau tanyakan kepada hati nuranimu, istafti qalbak. Nanti jika nuranimu, bukan syahwatmu sudah menjawab, ya itu artinya nasehat agama. Mendengar nasehat pak kyai itu, sang suami berseri-seri wajahnya, sementara isterinya diam agak masam muka. Tetapi menjelang tamunya pamitan, pak kyai berkata: Memang ada tiga orang yang bisa berpoligami. Mendengar kata-kata pak kyai itu, baik sang suami maupun sang isteri nampak sangat antausias ingin mendengar lanjutannya. 

Pertama, penguasa, penguasa politik atau penguasa harta, atau penguasa apa saja, karena kekuasaannya, maka ia bisa mengelola dan mengatur isteri-isterinya. Kedua, Orang berilmu, termasuk Ulama, karena ilmu yang dalam maka ia mampu mengatasi problem yang timbul dari kehidupan berpoligami. Yang ketiga, Orang mbelosondo atau orang ngawur, dan dengan ngawurnya ia bisa saja mempunyai isteri dua, tiga atau empat sekalian. 

Sekarang tanyakan kepada hati nuranimu, sampeyan termasuk yang mana. Nasehat pak kyai yang cespleng itu nampaknya benar-benar mengena. Sepanjang pulang ke rumah dan bahkan sampai berhari-hari di rumah, laki-laki itu merenung bekerja keras bertanya kepada hati nuraninya, apakah ia termasuk orang pertama, kedua atau ketiga. Pada akhirnya ia tidak berani meneruskan rencananya, karena secara sadar nuraninya mengatakan bahwa ia tidak termasuk nomor satu dan bukan pula nomor dua. Untuk menjadi nomor tiga, ahhh...... no way katanya. 

by: agussyafii

haji romli vs fandi

November 29th, 2006 by deryaocean

Ilmu ikhlas…..begitu kata babeh romli pada fandi pada saat
ingin melamar sarah dalam sinetron “ Kiamat Sudah Dekat”….simple memang kata2
ini, cuma dalam sekali makna yang terkandung di dalamnya. Fandi berusa berusaha
mencari arti dari kata2 ini, bertanya pada setiap orang, mencari di berbagai
referensi buku..ini dilakukan dalam rangka agar pak haji romli menerima
pinangannya atas anak beliau yaitu sarah jika ia bisa menjelaskan arti ilmu
ikhlas ini. ( kayaknya pak haji bilang ttg ini hanya untuk membuat fandi
menyerah krn dia juga ga tau arti ilmu ihlas itu sendiri hehehe..ini observasi
gw sebagai penonton setia sich  karena
pak haji ga suka ama fandi yang dianggap bukan cerminan seoarang pria muslim or
menantu idaman seorang haji) biarpun sebelumnya fandi telah lulus beberapa test
yaitu salah satunya telah bisa belajar sholat
dalam waktu singkat.akhirnya fandi menemui pak haji biarpun dia masih belum
bisa menemukan arti ilmu ikhlas ini, dia telah berusaha dengan berbagai cara dan
dia merasa sudah all out. Di saat fandi bilang dia relakan sarah milik
pria lain ( saat bersamaan sarah dilamar oleh seorang pria yang “ tinggi” ilmu
agamanya karena tamatan sekolah di mesir dan merasa yakin kalo dialah menantu
idaman pak haji ), dia ingin melihat kebahagian sarah berumah tangga dengan
pria yang sesuai dengan kriteria pak haji  karena dia merasa ga pantas jadi menantu seorang haji terkenal seperti
haji romli……. Dan disanalah akhirnya pak haji telah menemukan ke ikhlasan fandi
sebagai seorang manusia…….voila fandi telah menemukan ilmu ikhlas tanpa dia ketahui
dan sadari !!.pasti tau dong akhirnya….fandi and sarah menikah dech :-) .
Hmmm gw terinspirasi bgt dengan makna yang tekandung dalam cerita ini, teorinya
sich gampang bgt ntuk diucapkan tapi pelaksanaanya susah bgt untuk di
aplikasikan, gw cuma bisa mengambil
makna dari ilmu iklhlas ini …di saat lo udah berusaha matian2 untuk hal apa
saja dan merasa sudah tidak ada cara lain lagi..di saat itulah kita harus
mengakui kalo kita hanya manusia lemah dan ga ada apa2nya sebagai manusia makhluk
ciptaanya dan menyerahkan pada kekuatan yang MAHA dari segala galanya yaitu
Sang Khalid …ALLAH…..

Akhirnya…………..

October 20th, 2006 by deryaocean

detik-detik yang terasa panjang…….

lelah

letih

gundah

resah

terjawab sudah………

tanya

September 15th, 2006 by deryaocean

tik..tik..tik…detak jarum lama terasa

terbilang hari

lama terasa menyekat rongga

dimana?

tik..tik..tik detak jarum melambat

adakah angin bawa untaian rasa ini?

tanyaku

pada desiran

tiada jawab

hanya sepi

diam

bertanya

dimana?

Indahnya Memaafkan

September 4th, 2006 by deryaocean

    Setiap manusia yang telah dewasa pernah mengalami posisi memaafkan dan    dimaafkan.Seringnya berganti posisi diatas(memaafkan) atau dibawah(dimaafkan) menjadi sebuahkenikmatan sendiri bagi keduanya, karena di dalamnya ada keimanan, dalam sikap sabar & syukur. ( Abu Naila )

Wanita-Pria

September 4th, 2006 by deryaocean

Wanita diciptakan dari rusuk pria………………

Bukan dari kepalanya untuk menjadi atasannya

Bukan dari kakinya untuk menjadi alasnya

Melainkan dari sisinya untuk menjadi teman hidupnya

Dekat pada lengannya untuk dilindungi

Dekat pada hatinya untuk dicintai

Ayat-Ayat Cinta

August 29th, 2006 by deryaocean

Habiburrahman El Shirazy…. berhasil memaparkan sebuah kisah dalam ‘Ayat-Ayat Cinta " yang kualitasnya sama seperti karya Buya Hamka salah satunya yaitu "Dibawah Lindungan Ka’bah".Tokoh-tokoh Fahri, Aisha,Noura,Maria, Nurul serta Alicia begitu nyata karena mereka masing2 mewakili karakter dan kejadian yang kita lihat dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa yang halus dan santun ia mampu mengetarkan hati kita saat membacanya.Tak terasa air mata ini mengalir saat membaca lembar demi  lembar " Ayat-Ayat Cinta" ini……………menggetarkan di saat fahri akan bertemu dengan aisha, mengharukan di saat nurul mengetahui jika orang yang dicintainya secara diam2 akan menikah, mempesona saat keteguhan cinta fahri dan aisha di uji,menggetarkan saat maria di akhir ajalnya…..

Do’a Perpisahan

August 26th, 2006 by deryaocean

by:Brothers

Pertemuan Kita Di Suatu Hari
Menitiskan Ukhwah Yang Sejati
Bersyukurku Ke Hadrat Ilahi Di Atas Jalinan Yang Suci

Namun Kini Perpisahan Yang Terjadi
Dugaan Yang Menimpa Diri
Bersabarlah Di Atas Suratan
Ku Tetap Pergi Jua

Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah Hamba Mu

Mencari Hidayah Daripada Mu
Dalam Mendidikkan Kesabaranku
Ya Allah Tabahkan Hati Hamba Mu
Di Atas Perpisahan Ini

"Teman Betapa Pilunya Hati Menghadapi Perpisahan Ini.
Pahit Manis Perjuangan Telah Kita Rasa Bersama. Semoga
Allah Meredhai Persahabatan Dan Perpisahan Ini. Teruskan
Perjuangan"

Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah HambaMu

Senyuman Yang Tersirat Di Bibirmu
Menjadi Ingatan Setiap Waktu
Tanda Kemesraan Bersimpul Padu
Kenangku Di Dalam Doamu

Semoga Tuhan Berkatimu

Anda hebat Nadine…………

August 26th, 2006 by deryaocean

Pemilihan Putri Indonesia telah berakhir dengan terpilihnya Putri dari Jawa Tengah. Saat menyaksikan acara ini hanya satu pertanyaan yang muncul dalam pemikiran gw…….apakah  bahasa indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri …hehehehehe. ternyata……..memang hebat !!!!effek dari kecaman2 terhadap nadine selama ini membuahkan  hasil yang signifikan terhadap kebanggaan menggunakan bahasa indonesia…..( ga tau nich apa takut di kecam lagi kalo salah bicara inggris ato emang bangga mengunakan bahasa indonsia hehehe ) apapun alasannya……Anda hebat Nadine………….

Serendipity…….

August 24th, 2006 by deryaocean

There is no coincident in our life………Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini
it’s all about faith
We make our decision but the faith give us the sign